Selamat Datang di Blog Firstallium Kingdom

Selamat Datang di Blog Firstallium Kingdom

Breaking News
Showing posts with label Technopreneur. Show all posts
Showing posts with label Technopreneur. Show all posts

Tuesday, May 17, 2016

Bos Blibli.com Buka Rahasia Sukses di E-Commerce

Lima tahun lalu, Blibli.com hadir sebagai mal online pertama di Indonesia. Meski didukung penuh Grup Djarum, deru bisnis e-commerce mesti melewati banyak tantangan berat. Maklum, saat itu penggunaan internet masih minim.
Kebiasaan konsumen yang harus melihat dulu barang yang ingin dibeli dan bertemu dengan sang penjual untuk menawar membuat bisnis online ini tak banyak dilirik. Kami buka di Juli 2011. Sampai Desember masih pelan perkembangannya. Setahun berikutnya hanya naik 11 kali. Dari 2012 hingga 2015, pertumbuhan sudah lebih dari 300 kali. Apa rahasianya?
“Terobosannya, kami menawarkan free ongkir ke seluruh Indonesia. Untuk pengguna kartu kredit, kami memberi bunga 0% dan menggandeng dua bank, yaitu BCA dan Mandiri. Kini, kami menggandeng 15 bank,” ujar Kusumo Martanto, CEO PT Global Digital Niaga.
Tak hanya sampai di situ, Blibli.com kini menawarkan cara pembayaran yang lengkap seperti transfer via bank, e-banking, hingga membayar dengan pulsa dengan bekerjasama dengan salah satu operator telepon. Teranyar, pelanggan mereka juga bisa membayar lewat gerai-gerai Indomaret.
“Tahun lalu, kami bekerjasama dengan perusahaan logistik. Bicara soal cara pembayaran, bisa dibilang, kami paling lengkap. Lalu, kami juga meluncurkan loker box,” ujarnya.
Kusumo Martanto, CEO PT Global Digital Niaga.
Kusumo Martanto, CEO PT Global Digital Niaga.
Menurut dia, pertumbuhan e-commerce juga akan lebih kencang bila ekosistemnya mendukung. Untuk itulah, Blibli.com menjalin kerjasama dengan banyak bank selain tentu saja menggandeng banyak mitra brand-brand ternama dan berikutnya para UKM.
“Sekarang, total partner kami di penjualan ada 6.000 lebih merchant partner. Barang kami sekarang juga sudah 600 ribu lebih. Setiap pekannya bisa bertambah hingga 10 ribuan,” ujar Kusumo.
Soal pengiriman barang, lanjut dia, anak usaha Grup Djarum itu sudah memiliki kerjasama dengan 18 perusahaan logistik yang bisa melayani pengiriman dari Sabang sampai Merauke. Jumlah ini jauh lebih banyak dibandingkan saat perusahaan baru berdiri yang hanya menggandeng 3 perusahaan logistik.
“Jumlah karyawan saat launching baru 24 orang. Kini, jumlahnya, di luar teman-teman di warehouse dan pengiriman, sudah mencapai 500 orang,” katanya.
Untuk meningkatkan pemberdayaan karyawan, Blibli.com rutin menggelar pelatihan di dalam maupun luar kantor, terutama saat ada seminar tentang e-commerce. Perseroan juga tak ragu mengirimkan tim khusus untuk belajar tentang e-commerce keluar negeri.
“Di online, sistem harus dijaga. Jadi, perlu talent. Inilah fokus utama kami, mencari talent terbaik di e-commerce. Trainingnya serius tetapi juga santai. Kami mengakomodir hobi para karyawan seperti menyanyi, menari, dan olahraga seperti yoga, zumba, futsal,” katanya. (Reportase: Sri Niken Handayani)

Sumber : http://swa.co.id/swa/business-strategy/bos-blibli-com-buka-rahasia-sukses-di-e-commerce
Read more ...

Tuesday, April 12, 2016

Rahasia Alibaba di Balik Akuisisi Lazada

\Rahasia Alibaba di Balik Akuisisi Lazada\

Secara mengejutkan, Alibaba telah menggelontorkan dana sebanyak USD1 miliar untuk akuisisi Lazada Group. Akuisisi ini dilakukan di tengah memuncaknya popularitas perusahaan e-commerce pada berbagai negara di Asia Tenggara.
Ternyata, terdapat beberapa fakta menarik di balik tujuan akuisisi ini. Melansir CNBC, ide untuk melakukan akuisisi melalui pembelian saham ini pada awalnya ditujukan untuk memperkenalkan Alibaba ke pasar di Asia Tenggara. Ide ini muncul setelah Alibaba menyadari besarnya potensi e-commerce di Asia Tenggara yang terus tumbuh pada setiap tahun.
Mengapa Lazada?
Menurut senior analis ekuitas Morningstar, Marie Sun, Alibaba saat ini tengah mencari driver yang dapat menunjang pertumbuhan bisnis di luar China dan negara-negara yang saat ini telah menjadi pasar Alibaba. Melihat kesuksesan Lazada dalam menggaet konsumen di Asia Tenggara, maka Alibaba pun memutuskan untuk melakukan akuisisi terhadap perusahaan yang telah hadir di Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam.
Sun menambahkan, apabila dibandingkan dengan pasar e-commerceAlibaba di China dan Amerika Serikat, potensi pasar e-commerce di Asia Tenggara masih belum termanfaatkan secara optimal. Artinya, terdapat potensi untuk meraup keuntungan bisnis apabila kekuatan modal Lazada di Asia Tenggara ditambah dengan kekuatan bisnis dari Alibaba.
“Jadi, jika mereka dapat mendominasi pasar ketika melakukan penetrasi melalui mobile internet di wilayah ini, Alibaba bisa mendapatkan keuntungan dalam jangka panjang,” kata Sun seperti dilansir CNBN, Selasa (12/4/2016).
Sekadar informasi, perkembangan akses internet melalui smartphone kini telah berdampak pada transformasi sektor perdagangan di negara-negara Asia Tenggara. Perdagangan offline pun kini telah mulai ditinggalkan dan sebagian besar masyarakat mulai beralih untuk menggunakan teknologi ketika berbelanja. Potensi inilah yang menjadi penyebab utama Lazada akhirnya diakuisisi oleh Alibaba.
Sumber : http://economy.okezone.com/read/2016/04/12/320/1360995/rahasia-alibaba-di-balik-akuisisi-lazada
Read more ...
Designed By FirstalliumJr