Selamat Datang di Blog Firstallium Kingdom

Selamat Datang di Blog Firstallium Kingdom

Breaking News
Showing posts with label Laporan. Show all posts
Showing posts with label Laporan. Show all posts

Monday, January 16, 2017

Apa Itu RIP (Routing Information Protocol) ? dan Konfigurasinya


Routing RIP dan protocol routing distance vector lainnya melakukan advertise informasi routing dengan jalan mengirim routing update keluar melalui interface pada router. Informasi update ini berisi sederetan informasi yang memiliki subnet dan sebuah metric. Metric mewakili seberapa bagus rute / jalur menurut perspective router tersebut,dengan semakin kecil harga metric semakin bagus jalur tersebut.
Pengisian dan pemeliharaan tabel routing tidak dilakukan secara manual oleh admin, router saling bertukar informasi routing agar dapat mengetahui alamat tujuan dan menerima tabel routing.
Pemeliharaan jalur dilakukan berdasarkan pada jarak terpendek antara device pengirim dan device tujuan. Untuk mempresentasikan jarak dynamic routing menggunakan metric parameter-parameter untuk menghasilkan nilai metric :
Hop count : berdasarkan banyaknya router yang di lewati
Ticks : waktu yang diperlukan dengan satuna tick
Cost : berdasar perbandingan sebuah nilai patokan standar dengan bandwidht yang tersedia
Composite metric : berdasar hasil perhitungan dari parameter-parameter

Langkah-langkah konfigurasi routing RIP :
Siapkan mikrotikoard
Hubungkan pc ke mikrotikboard menggunakan kabel straight
Lakukan setting menggunakan winbox Maka akan muncul tampilan awal winboxKlik tombol yang memiliki tiga titik [...] di samping tombol [connect] Jika router sudah terkoneksi dengan baik dengan LAN maka akan muncul sebuah list mac address dan Ip address
Apabila PC router mikrotik sudah pernah di setting lakukan reset dengan cara seperti berikut :Masuk winbox > Klik tombol [new terminal] > ketikan system reset > yesSetelah di reset biasanya router akan terdisconect
Lalu masuk kembali ke winbox,klik tombol yang memiliki tiga titik [...] lalu pilih mac address yang tersedia dan connectBeri ip yang telah di tentukan dengan cara seperti berikut :


ROUTER 1
[admin@R1] > ip address add 192.168.1.1/24 interface=ether3
[admin@R1] > ip address add 172.160.1.1/16 interface=ether4


ROUTER 2
[admin@R2] > ip address add 192.168.2.1/24 interface=ether3
[admin@R2] > ip address add 172.160.2.1/16 interface=ether4


Lakukan routing RIP dengan perintah sebagai berikut :
ROUTER 1
[admin@R1] > routing rip interface add interface=ether4 send=v1 receive=v1
[admin@R1] > routing network add network=192.168.1.0/30
[admin@R1] > routing network add network=172.160.0.0/16


ROUTER 2
[admin@R2] > routing rip interface add interface=ether4 send=v1 receive=v1
[admin@R2] > routing network add network=192.168.2.0/30
[admin@R2] > routing network add network=172.160.0.0/16


Setelah konfigurasi, atur ip address client yang sudah di tentukan di atas
Client 1 : IP Address : 192.168.1.10
Subnetmask : 255.255.255.0
Gateway : 192.168.1.1
Client 2 : IP Address : 192.168.2.10
Subnetmask : 255.255.255.0
Gateway : 192.168.2.1
Mengecek hasil routing RIP :
[admin@R2] > ip route print
Dan lakukan ping di client untuk menguji koneksi dari client.


Sekian cara routing dinamik RIP dengan menggunakan mikrotik.
Read more ...

Monday, January 2, 2017

Tugas HTTP Workflow di PENS

Pada dasarnya ketika seuatu client akan mengakses sebuah domain maka client akan mencari terlebih dahulu IP address pada domain tersebut yang notabene akan membutuhkan bantuan dari DNS, apa itu DNS? DNS adalah Domain Name System, yaitu system yang mengalamatkan domain pada IP Address masing-masing, sehingga ketika suatu packet akan dikirimi maka membutuhkan header berupa IP Destination, dan itu berupa IP Address buka Domain Name, maka alur dari pengiriman paket tersebut adalah, Client akan menuju ke Router untuk mencari IP Tujuan, tetapi karena IP tidak di kenali maka akan dikirim ke DNS dari IP tersebut, contoh ketika akan ke mail.google.com melalui jaringan PENS maka akan di kirim ke DNS Pens terlebih dahulu, ketika di DNS PENS sudah mengenali domain tersebut, maka akan langsung di berikan ke client, tapi jika tidak maka akan dikirim ke google.com, begitu pula pens.ac.id maka akan di kirim ke DNS pens yaitu 202.9.85.3 yang akan mengalamatkan IP Address dari pens.ac.id, setelah ditemukan maka akan dikirim kembali berupa IP Address dari alamat yang dimaksud, jika tidak akan dikirim ke DNS yang mengenali domain tersebut, setelah itu IP Address dikirim kembali ke client dan client akan mengirim packet melalui router dan tanpa melalui DNS lagi, akan dikirim langsung ke IP Destination atau pens.ac.id.

Read more ...

Laporan Pendahuluan Apa itu Mikrotik? Penjelasan dan Pengertian

Mikrotik adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produksi perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (Software) yang berhubungan dengan sistem jaringan komputer yang berkantor pusat di Latvia, bersebelahan dengan Rusia. Mikrotik didirikan pada tahun 1995 untuk mengembangkan router dan sistem ISP (Internet Service Provider) nirkabel.

Mikrotik dibuat oleh MikroTikls sebuah perusahaan di kota Riga, Latvia. Latvia adalah sebuah negara yang merupakan “pecahan” dari negara Uni Soviet dulunya atau Rusia sekarang ini. Mikrotik awalnya ditujukan untuk perusahaan jasa layanan Internet (PJI) atau Internet Service Provider (ISP) yang melayani pelanggannya menggunakan teknologi nirkabel atau wireless. Saat ini MikroTikls memberikan layanan kepada banyak ISP nirkabel untuk layanan akses Internet dibanyak negara di dunia dan juga sangat populer di Indonesia. MikroTik sekarang menyediakan hardware dan software untuk konektivitas internet di sebagian besar negara di seluruh dunia. Produk hardware unggulan Mikrotik berupa Router, Switch, Antena, dan perangkat pendukung lainnya. Sedangkan produk Software unggulan Mikrotik adalah MikroTik RouterOS.

MikroTik RouterOS

MikroTik RouterOS™ adalah sistem operasi dan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer manjadi router network yang handal, mencakup berbagai fitur yang dibuat untuk ip network dan jaringan wireless, cocok digunakan oleh ISP dan provider hotspot. Untuk instalasi Mikrotik tidak dibutuhkan piranti lunak tambahan atau komponen tambahan lain. Mikrotik didesain untuk mudah digunakan dan sangat baik digunakan untuk keperluan administrasi jaringan komputer seperti merancang dan membangun sebuah sistem jaringan komputer skala kecil hingga yang kompleks sekalipun.

Mikrotik RouterBoard

RouterBoard adalah router embedded produk dari mikrotik. Routerboard seperti sebuah pc mini yang terintegrasi karena dalam satu board tertanam prosesor, ram, rom, dan memori flash. Routerboard menggunakan os RouterOS yang berfungsi sebagai router jaringan, bandwidth management, proxy server, dhcp, dns server dan bisa juga berfungsi sebagai hotspot server.

Ada beberapa seri routerboard yang juga bisa berfungsi sebagai wifi. sebagai wifi access point, bridge, wds ataupun sebagai wifi client. seperti seri RB411, RB433, RB600. dan sebagian besar ISP wireless menggunakan routerboard untuk menjalankan fungsi wirelessnya baik sebagai ap ataupun client. Dengan routerboard Anda bisa menjalankan fungsi sebuah router tanpa tergantung pada PC lagi. karena semua fungsi pada router sudah ada dalam routerboard. Jika dibandingkan dengan pc yang diinstal routerOS, routerboard ukurannya lebih kecil, lebih kompak dan hemat listrik karena hanya menggunakan adaptor. untuk digunakan di jaringan wifi bisa dipasang diatas tower dan menggunakan PoE sebagai sumber arusnya.

Mikrotik pada standar perangkat keras berbasiskan Personal Computer (PC) dikenal dengan kestabilan, kualitas kontrol dan fleksibilitas untuk berbagai jenis paket data dan penanganan proses rute atau lebih dikenal dengan istilah routing. Mikrotik yang dibuat sebagai router berbasiskan PC banyak bermanfaat untuk sebuah ISP yang ingin menjalankan beberapa aplikasi mulai dari hal yang paling ringan hingga tingkat lanjut. Contoh aplikasi yang dapat diterapkan dengan adanya Mikrotik selain routing adalah aplikasi kapasitas akses (bandwidth) manajemen, firewall, wireless access point (WiFi), backhaul link, sistem hotspot, Virtual Private Netword (VPN) server dan masih banyak lainnya.

Sistem Level Lisensi Mikrotik 
Mikrotik bukanlah perangkat lunak yang gratis jika anda ingin memanfaatkannya secara penuh, dibutuhkan lisensi dari MikroTikls untuk dapat menggunakanya alias berbayar. Mikrotik dikenal dengan istilah Level pada lisensinya. Tersedia mulai dari Level 0 kemudian 1, 3 hingga 6, untuk Level 1 adalah versi Demo Mikrotik dapat digunakan secara gratis dengan fungsi-fungsi yang sangat terbatas. Tentunya setiap level memilki kemampuan yang berbeda-beda sesuai dengan harganya, Level 6 adalah level tertinggi dengan fungsi yang paling lengkap. Secara singkat dapat digambarkan jelaskan sebagai berikut:
  • Level 0 (gratis); tidak membutuhkan lisensi untuk menggunakannya dan penggunaan fitur hanya dibatasi selama 24 jam setelah instalasi dilakukan.
  • Level 1 (demo); pada level ini kamu dapat menggunakannya sbg fungsi routing standar saja dengan 1 pengaturan serta tidak memiliki limitasi waktu untuk menggunakannya.
  • Level 3; sudah mencakup level 1 ditambah dengan kemampuan untuk menajemen segala perangkat keras yang berbasiskan Kartu Jaringan atau Ethernet dan pengelolan perangkat wireless tipe klien.
  • Level 4; sudah mencakup level 1 dan 3 ditambah dengan kemampuan untuk mengelola perangkat wireless tipe akses poin.
  • Level 5; mencakup level 1, 3 dan 4 ditambah dengan kemampuan mengelola jumlah pengguna hotspot yang lebih banyak.
  • Level 6; mencakup semua level dan tidak memiliki limitasi apapun.

    Read more ...

    Tuesday, December 27, 2016

    Laporan Pendahuluan Cara Seting Routing Statik di Mikrotik

    Routing statik adalah membuat jalur routing secara manual. Seperti kita ketahui, mikrotik akan memberikan jalur routing secara otomatis jika kita menambahkan ip address di interface. Statik routing sangat diperlukan jika kita ingin menghubungkan perangkat network yang memiliki subnet yang berbeda, jadi memerlukan perangkat yang bisa melakukan proses routing. Berikut contoh kasus dimana terdapat 2 router, masing-masing router tersebut terhubung ke perangkat jaringan.

    Dalam artikel ini, kita akan membahas cara menghubungkan perangkat jaringan yang berada dibawah router yang berbeda, sehingga perangkat yang berada dibawah router yang memiliki subnet yang berbeda bisa saling berkomunikasi. Perhatikan Gambar dibawah , disini adalah tampilan awal dari aplikasi setting mikrotik,

    Pada dasarnya untuk menyeting sebuah router agar bisa digunakan yaitu menggunakan static dan dynamic routing, berikut adalah langkah-langkah setting static routing dengan menggunakan 2 router, bayangkan router yang digunakan adalah 2 Router Board 750.

    • Tambahkan IP Address di Interface masing-masing :
     Router A

      /ip address
      add address=192.168.1.1/24 interface=ether2 network=192.168.1.0
      add address=10.10.10.1/24 interface=ether3 network=10.10.10.0
     Router B

      /ip address
      add address=192.168.1.2/24 interface=ether2 network=192.168.1.0
      add address=192.168.20.1/24 interface=ether3 network=192.168.20.0
    • Agar client dibawah Router bisa saling terhubung/berkomunikasi, kita perlu menambahkan setingan routing disetiap Router.
     Router A

      /ip route
      add distance=1 dst-address=192.168.20.0/24 gateway=192.168.1.2
     Keterangan : No.1 adalah Network IP Router B, No.2 adalah IP Ether2 Router B yang langsung terhubung ke Ether2 Router A. Misal, kita menambahkan IP local di Router B ke Ether 4 : 172.168.1.1/24
     Jadi, walaupun IP local di setiap Interface Router B berbeda-beda, untuk gateway route ke Router B tetap sama 192.168.1.2 karena IP tersebut yang langsung terhubung ke Router A. 
      /ip route
      add distance=1 dst-address=172.168.1.0/24 gateway=192.168.1.2
      Ini bukti, Router A sudah bisa akses ke Network dibawah Router B :
     Jika rule no 1 di nonaktifkan, maka akses ke Router B akan terputus :
     Router B
      /ip route
      add distance=1 dst-address=10.10.10.0/24 gateway=192.168.1.1
      add distance=1 dst-address=192.168.0.0/24 gateway=192.168.1.1
     Untuk penjelasannya masih sama dengan Router A, karena masing-masing router harus di setting routing dan yang membedakan hanyalah gateway & dst-adderss :
     dst-address : 10.10.10.0/23 adalah Network local Router A dan gateway : 192.168.1.1 adalah IP Router A yang langsung terhubung ke Router B, istilahnya gateway adalah jembatan ketika kita mau masuk ke pintu lain.
     Ini bukti, Router B sudah bisa akses ke Network dibawah Router A :
     Jika rulenya di nonaktifkan, maka akses ke Router A akan terputus :

    Demikianlah Cara Seting Routing Statik di Mikrotik semoga bermanfaat, dan jika ada hal yang kurang faham silahkan tinggalkan komentarnya dikolom komentar tentunya ya.. Jangan lupa untuk dicoba langsung praktek, terimakasih salam.
    Read more ...

    Monday, December 12, 2016

    Keamanan Jaringan 8 - Wireshark Kominikasi Data (UDP)

    1.      Select one UDP packet from your trace. From this packet, determine how many fields there are in the UDP header. (You shouldn’t look in the textbook! Answer these questions directly from what you observe in the packet trace.) Name these fields.  Jawab :  

    UDP header memiliki 4 field header, yaitu : Source port, destination port, length, dan checksum 
    2.      By consulting the displayed information in Wireshark’s packet content field for this packet, determine the length (in bytes) of each of the UDP header fields Jawab :  Panjang atau length dari setiap field UDP header adalah 2 bytes 
    3.      The value in the Length field is the length of what? (You can consult the text for this answer). Verify your claim with your captured UDP packet Jawab : Nilai pada field length adalah total dari 8 header byte dan byte dari data yang dienkapsulasi pada paket. Pada capture yang digunakan, field length bernilai 141. 
    4.      What is the maximum number of bytes that can be included in a UDP payload? He Jawab : Header field = 8 bytes Nilai byte maksimum yang dapat dimasukkan pada sebuah UDP payload adalah (216 – 1 ) – header field byte  = 65535 – 8 = 65527 bytes 
    5.      What is the largest possible source port number?  Jawab : Suorce port number terbesar yang memungkinkan adalah 216 – 1 = 65535 
    6.      What is the protocol number for UDP? Give your answer in both hexadecimal and decimal notation.  Jawab : IP protocol number untuk UDP dalam hexadecimal adalah 0x11, yang dalam nilai decimal berarti 17 
    7.      Search “UDP” in Google and determine the fields over which the UDP checksum is calculated. Jawab : UDP checksum dihitung sebagai 16-bit pelengkap jumlah sebuah informasi pseudo header dari IP header, UDP header, dan data. Hal tersebut digunakan seuai kebutuhan degan nilai akhir 0 bytes untuk membuat multiple 2 bytes. Jika checksum bernilai 0, maka harus di set ke 0xFFFF. 

    8.      Examine a pair of UDP packets in which your host sends the first UDP packet and the second UDP packet is a reply to this first UDP packet.  Jawab : Source port dari paket UDP yang dikirimkan oleh host sama dengan destinasi port dari replay paket, dan sebaliknya destinasi port dari paket UDP yang dikirimkan oleh host sama dengan source port dari replay paket.
    Read more ...

    Keamanan Jaringan 8 - Wireshark Kominikasi Data (HTTP, TCP)

    1.      What is the IP address and TCP port number used by the client computer (source) that is transferring the file to gaia.cs.umass.edu? 
    2.      What is the IP address of gaia.cs.umass.edu? On what port number is it sending and receiving TCP segments for this connection?
    Source computer : client computer        Destination                 : gaia.cs.ummas.edu
    IP Address            : 192.168.1.102            IP Address                  : 128.119.245.12
    TCP Port Number : 1161                          TCP Port Number       : 80

    3.      What is the IP address and TCP port number used by your client computer (source) to transfer the file to gaia.cs.umass.edu?

    Source computer             : Emilia                     Destination                 : gaia.cs.ummas.edu
    IP Address                        : 192.168.43.220      IP Address                  : 128.119.245.12
    TCP Port Number             : 52192                    TCP Port Number        : 80

    4.      What is the sequence number of the TCP SYN segment that is used to initiate the TCP connection between the client computer and gaia.cs.umass.edu?  What is it in the segment that identifies the segment as a SYN segment?

    Sequence number dari segment TCP SYN digunakan untuk menginisialisasi koneksi TCP antara komputer client (emilia) dan gaia.cs.umass.edu. Dapat dilihat dari hasil capture di atas, bahwa sequence number pada trace ini bernilai 0. Kemudian, pada Flags, SYN (Syn:set) pada segment di set ke nilai 1, ini artinya bahwa segment tersebut adalah sebuah segment SYN.

    5.      What is the sequence number of the SYNACK segment sent by gaia.cs.umass.edu to the client computer in reply to the SYN?  What is the value of the Acknowledgement field in the SYNACK segment?  How did gaia.cs.umass.edu determine that value? What is it in the segment that identifies the segment as a SYNACK segment?
    Sequence number dari segment SYNACK dari gaia.cs.umass.edu ke komputer client (emilia) saat membalas/mereply SYN memiliki nilai 0. Sedangkan nilai dari ACKnowledgement number pada segment SYNACK bernilai 1. Nilai tersebut ditentukan oleh gaia.cs.umass.edu dengan menambahkan nilai 1 ke nilai inisial sequence number pada segment SYN dari komputer client (emilia). Pada Flags, SYN dan Acknowledgement pada segment di set ke nilai 1, hal ini mengindikasikan bahwa segment tersebut adalah sebuah segment SYNACK.

    6.      What is the sequence number of the TCP segment containing the HTTP POST command? 
    Segment no. 165 adalah segment TCP yang berisi command HTTP POST, dan dapat dilihat pada capture trace di atas bahwa Sequence Number : 152601.

    7.      Consider the TCP segment containing the HTTP POST as the first segment in the TCP connection. What are the sequence numbers of the first six segments in the TCP connection (including the segment containing the HTTP POST)?  At what time was each segment sent?  When was the ACK for each segment received?  Given the difference between when each TCP segment was sent, and when its acknowledgement was received, what is the RTT value for each of the six segments?  What is the EstimatedRTT value (see Section 3.5.3, page 242 in text) after the receipt of each ACK?  Assume that the value of the EstimatedRTT is equal to the measured RTT for the first segment, and then is computed using the EstimatedRTT equation on page 242 for all subsequent segments.
    Segment 1 – 6 terdiri dari protocol TCP, yaitu segment No. 1, 4, 5, 6, 7, 8 dengan masing – masing sequence number sebagai berikut :
    ·         Segment 1, sequence number : 0
    ·         Segment 4, sequence number : 1
    ·         Segment 5, sequence number : 1
    ·         Segment 6, sequence number : 1401
    ·         Segment 7, sequence number : 2801
    ·         Segment 8, sequence number : 4201
    Sedangkan untuk 6 pertama segment ACK adalah segment No. 10, 13, 16, 20, 23, 26 dengan masing – masing waktu pengiriman dan peneriamaan ACKs sebagai berikut :
    No. Segment
    Sent
    Recived
    RTT (second)
    10
    2.284450000
    2.284450000
    0.821118000
    13
    2.335884000
    2.335884000
    0.872531000
    16
    2.351093000
    2.351093000
    0.887723000
    20
    2.409963000
    2.409963000
    0.946576000
    23
    2.639559000
    2.639559000
    0.355051000
    26
    2.674697000
    2.674697000
    0.390174000

    EstimatedRTT = 0.875 * EstimatedRTT + 0.125 * SampleRTT
    ·         EstimatedRTT setelah penerimaan ACK pada Segment 10 :
    EstimatedRTT = RTT Segment 10 = 0.821118000 second
    ·         EstimatedRTT setelah penerimaan ACK pada Segment 13 :
    EstimatedRTT = 0.875 * 0.821118000 + 0.125 * 0.872531000 = 0.827544625
    ·         EstimatedRTT setelah penerimaan ACK pada Segment 16 :
    EstimatedRTT = 0.875 * 0.827544625+ 0.125 * 0.887723000 = 0.8350669219
    ·         EstimatedRTT setelah penerimaan ACK pada Segment 20 :
    EstimatedRTT = 0.875 * 0.8350669219 + 0.125 * 0.946576000 = 0.849005556
    ·         EstimatedRTT setelah penerimaan ACK pada Segment 23 :
    EstimatedRTT = 0.875 * 0.849005556 + 0.125 * 0.355051000 = 0.7872612371
    ·         EstimatedRTT setelah penerimaan ACK pada Segment 26 :
    EstimatedRTT = 0.875 * 0.7872612371 + 0.125 * 0.390174000 = 0.7376253324

    8.      What is the length of each of the first six TCP segments?
    Segment 1, length = 66 bytes
    Segment 1, length = 54 bytes
    Segment 1, length = 1454 bytes
    Segment 1, length = 1454 bytes
    Segment 1, length = 1454 bytes
    Segment 1, length = 1454 bytes
    9.      What is the minimum amount of available buffer space advertised at the received for the entire trace?  Does the lack of receiver buffer space ever throttle the sender?
    Jumlah minimum space buffer (reciver window) pada gaia.cs.umass.edu pada trace ini adalah 5840 bytes, dimana diapat dilihat dari acknowledgement pertama dari server. Reciver tumbuh terus sampai pada space maksimal buffer, yaitu 62780 bytes. Pengirim tidak akan kekurangan space untuk reciver buffer.

    10.   Are there any retransmitted segments in the trace file? What did you check for (in the trace) in order to answer this question?
    Tidak ada segment yang dtransmisikan ulang pada trace file. Kita dapat memverifikasi hal tersebut dengan mengecek sequence number darai segment TCP pada trace file. Pada Time-Sequence-Graph (Stevens) pada trace ini, semua sequence number dari source (192.168.43.220) ke destinasi (128.119.245.12) terus meningkat secara monoton. Jika segment ditransmisikan ulang, maka sequence number dari segment yang ditransmisikan ulang tersebut seharusnya lebih kecil disbanding segment tetangganya.

    11.   How much data does the receiver typically acknowledge in an ACK?  Can you identify cases where the receiver is ACKing every other received segment (see Table 3.2 on page 250 in the text).
    Perbedaan antaraacknowledged sequence number dari dua ACKs menunjukkan bahwa data diterima oleh server melalui kedua ACKs ini. Dengan meneliti total dari acknowledged data dari setiap ACK, terdapat sebuah kasus dimana penerima melakukan ACK pada setiap segment yang berbeda.
    12.   What is the throughput (bytes transferred per unit time) for the TCP connection?  Explain how you calculated this value.
    Perhitungan TCP throughput tergantung pada rata – rata periode waktu. Sebagaimana perhiutngan troughput pada umumnya, kita akan memilih rata – rata periode darai semua waktu uttuk koneksi. Kemudian, rata – rata troughput dari koneksi TCP ini dihitung sebgai rasio antara total keseluruhan data dan total waktu transmisi. Total keseluruhan transmisi data dapat dihitung dengan selisih antara sequence number dari TCP segment yang pertama (misal 1 byte untuk segment nomer 1) dan sequence number dari ACK terakhir (164091 bytes untuk segment nomer 231). Jadi, total data adalah 164091 – 1 = 164090 bytes. Sedangkan untuk keseluruhan waktu transmisi adalah selisih dari waktu instant segment pertama TCP (misal 0.026477 untuk segment 1) dan waktu instant dari ACK terakhir (misal 5.455830 untuk segment 231), maka total waktu transmisi adalah 5.4855830 – 0.026477 = 5.4294. dapat disimpulkan bahwa troughput dari koneksi TCP adalah 164090/54294 = 30.222 Kbyte/sec.

    13.   Use the Time-Sequence-Graph(Stevens) plotting tool to view the sequence number versus time plot of segments being sent from the client to the gaia.cs.umass.edu server.  Can you identify where TCP’s slowstart phase begins and ends, and where congestion avoidance takes over?  Comment on ways in which the measured data differs from the idealized behavior of TCP that we’ve studied in the text.


    14.   Answer each of two questions above for the trace that you have gathered when you transferred a file from your computer to gaia.cs.umass.edu
    Read more ...
    Designed By FirstalliumJr